Kamis, 09 April 2015

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

              Semua perbuatan manusia yang beriman diantaranya adalah  shoolat,puasa,membaca al-qur'an,berzakat,saling tolong-menolong dengan sesama. Tentunya semua itu harus dilandasi dengan niat ikhlas yang semata-mata adalah karena Allah SWT. tentunya jika semua itu dilakukan dengan sedemikian rupa maka akan mudahnya amal kita diterima oleh Allah SWT. Berbeda lagi kalau kita melakukan sesuatu dengan disertai iri,riya',dengki,takabur,supaya mendapat pujian dari orang lain,supaya mendapat imbalan dari orang lain maka niat-niat orang-orang seperti ini yang ditolak oleh Allah SWT. Oleh karena itu orang yang mengaku dirinya beriman maka dia harus ikhlas dalam beramal,beribadah hanya kepada Allah semata.

             Dalam sebuah ayat menunjukan tentang keikhlasan pada surat al-An'am ayat 162-163

قل إنّ صلاتى ونسكى ومحياى ومماتى لله ربّ العالمين <162> لا شاريك له وبذلك أمرت وأنا أوّل المسلمين <163>


162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
163. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

      Bahwa dapat disimpulkan semua perbuatanya diserahkan hanya kepada Allah semata, karena dalam suatu ibadah dari sifat ikhlas itulah akan muncul khusyu' dalam baribadah. sebenarnya ikhlas daipit dalam dua sifat yaitu riya' & ujub dan ikhlas berada pada posisi tengah misal begini ..."Riyan adalah anak pondok pesantren pada waktu perpulangan ia rajin sekali berjama'ah di masjid, dia takut pergi kemasjid karena dikata-katai orang "...wah anak pondok rajin kemasjid..." hal-hal seperti ini kalau kita melakukan suatu ibadah tidak ikhlas dapat juga menyebabkan riya'/ujub karena hanya dipuji/dikata-katai oleh orang lain

       Maka karena kita mengaku bahwa kita adalah orang  yang beriman mari kita belajar untuk bebuat sesuatu dengan disertai niat hanya untuk Allah semata, kita resapi ayat diatas. Ayat itu hampir serupa dengan do'a yang sering kita baca pada sholat yaitu do'a iftitah. kita resapi dan hayati pada waktu membacanya insya' allah akan timbul/mulai merasakannya. Mari kita mencobanya hanya dengan mencoba kita akan dapat membutikanya dan merasakannya setelah mencobanya seperti halnya kita sakit, kita pergi ke pada dokter untuk periksa kita di beri resep obat untuk membelinya  di apotek . kata dokter tersebut setelah kita meminumnya rasa sakit yang diderita akan lekas berkurang dan lama akan sembuh dengan izin dan dengan ridho Allah semata. kalu kita mencoba membeli obat itu dan meminumnya kita tidak akan bisa merasakan hal-hal yang telah dikata oleh dokter tersebut. Sekian semoga tulisan ini dapat membangkitkan kita dalam melakukan dengan disertai niat yang lillahi ta'ala.